Sabtu, 20 Juli 2013

Cara Meninggal Teraneh Dalam Sejarah

1. Meninggal karena janggut
 Hans Steininger merupakan orang Austria yang terkenal karena janggutnya yang terpanjang di dunia. Panjangnya sekitar 140 cm. Pada suatu hari di tahun 1567, terjadi kebakaran yang mengharuskan semua orang lari. Beliau lupa mengikat janggutnya yang panjang. Karena terburu-buru, ia menginjak janggutnya sendiri dan terjatuh. Lehernya patah dan ia pun tewas seketika. 

2. Meninggal karena menahan buang air kecil
 Tycho Brahe (1546-1601) adalah seorang ahli astronomi. Pada tahun 1601, ia sedang menghadiri jamuan makan besar yang sangat lama, di Praha (sekarang Ceko). Adat pada masa itu meyakini bahwa kabur di tengah jamuan makan, termasuk untuk buang air, adalah sangat tidak sopan. Akibatnya beliau terpaksa menahan buang air kecil selama jamuan. Kandung kemihnya melebar sampai ambang batas, dan terjadilah infeksi (sistitis) yang fatal. Beliau meninggal 11 hari kemudian.

3.Meninggal saat melawak
Dick Shawn (1924-1987) sedang melawak tentang kampanye politik di Amerika Serikat. Setelah mengatakan “I will not lay down on the job!” (Saya tidak akan meletakkan jabatan!) ia langsung terbaring di lantai. Penonton mengira itu adalah bagian dari lelucon. Tapi karena ia tak bangun-bangun lagi, beberapa petugas panggung pun memeriksanya dan melakukan bantuan napas darurat. Tidak lama kemudian ia pun meninggal.

4. Meninggal karena lidah tergigit
 Allan Pinkerton (1819-1884) adalah seorang agen detektif yang terkenal dengan Pinkerton detective agency-nya. Suatu hari ia sedang berjalan di trotoar. Ia terpeleset. Tidak sengaja lidahnya tergigit, dan terjadilah infeksi yang kemudian membunuhnya.

5. Meninggal karena kulit jeruk
 Bobby Leach (1858-1926) adalah seorang stunter. Ia juga orang kedua di dunia yang berhasil menaklukkan air terjun Niagara dengan barrel-nya. Ia meninggal tahun 1926, dua bulan setelah tungkainya diamputasi. Mengapa? Ternyata ia terpeleset akibat menginjak kulit jeruk di jalanan, di Selandia Baru. Tungkainya patah dan terjadi infeksi berat. Saat itu belum ada antibiotik.
  
6. Meninggal setelah diracun, ditembak 4 kali, dipukul, dan akhirnya tenggelam
 Grigori Rasputin (1869-1916) mula-mula diracun dengan sianida. Dosisnya setara untuk menewaskan 10 orang. Tapi karena diketahui kemudian bahwa sianidanya sudah rusak oleh pemanasan makanan, ia tidak mati. Lalu ia ditembak dari belakang oleh Felix Yusupov dan teman-temannya. Ia tidak mati juga. Ia ditembak lagi 3 kali, tapi tidak mati juga. Akhirnya Rasputih dipukul dengan tongkat dan akhirnya ditenggelamkan ke Sungai Neva yang dingin. Dari hasil autopsi, sebab kematian sebenarnya adalah tenggelam.

7. Meninggal karena bola bisbol
 Ray Chapman (1891-1920) dikenal sebagai satu-satunya pemain yang tewas dalam pertandingan bisbol. Ia tewas karena kepalanya kena lemparan bola dari Carl Mays. Pada saat itu, bola bisbol selalu dilumuri tanah oleh pelempar bola sebelum dilemparkan, untuk mempersulit lawan melihat bolanya.
  
8. Meninggal karena selendang
 Isadora Duncan (1877-1927) dikenal sebagai tokoh tarian modern. Ia gemar mengenakan selendang pada saat bepergian. Pada September 1927, ia sedang naik mobil, dengan jendela terbuka (!) dan mobil bergerak dalam kecepatan tinggi. Saat itu ia memakai selendang yang berukuran besar. Karena selendangnya “terbang” sampai ke ban mobil, ia tercekik seketika dari jendela mobil.

9. Meninggal saat siaran TV
Christine Chubbuck (1944-1974) merupakan satu-satunya reporter televisi yang meninggal di tengah siaran langsung televisi. Ia menembak kepalanya sendiri pada siaran Suncoast Digest (WXLT-TV) tanggal 15 Juli 1974 dengan revolver 38 mm. Chubbuck sebelumnya memang sudah bermasalah dengan depresi yang berlarut-larut.
  
10. Meninggal karena terpenggal helikopter
 Victor Morrow (1929-1982) dan 2 orang aktor anak yang bersamanya tewas karena terpenggal baling-baling helikopter saat sedang syuting untuk film Twilight Zone, pada tahun 1982. Kasus ini mendorong pemerintah Amerika Serikat merevisi undang-undang perlindungan tenaga kerja anak dan peraturan keamanan serta jaminan keselamatan di lokasi syuting.

11. Tidak Ingin Meninggalkan Perjamuan
Dane Tycho Brahe adalah orang yang terkenal karena kerjanya dalam astronomi dan kenyataan bahwa ia kehilangan hidungnya pada saat berkelahi di abad ke-16. Walaupun sejarahwan berdebat mengenai bagaimana ia meninggal, legenda mengatakan bahwa ia meninggal karena ia tidak ingin meninggalkan perjamuan.

Pada zaman itu, meninggalkan makanan yang tidak selesai adalah perilaku buruk dan setiap perjamuan dapat bertahan selama berjam-jam. Brahe yang minum banyak dan tentu saja ia ingin ke WC, tetapi ia menahan hal tersebut sampai kandung kemihnya pecah.

12. Karena Tertawa
Beberapa orang di sejarah dikatakan telah meninggal karena tertawa, tapi tenang saja, ini juga terkait dengan kondisi kesehatan jantung mereka. Salah satunya adalah Alex Mitchell di tahun 1975, seorang pria Inggris.

Mitchell yang sedang menonton The Goonies, tertawa selama satu jam penuh hingga ia jatuh meninggal. Kasus lainnya adalah seorang Pria Thailand yang meninggal karena mimpi lucu dan meninggal di dalam tidurnya.

13. Bermain Game
Banyak orang suka bermain game, sampai pada titik di mana mereka tidak tidur. Tapi tentunya jarang ada orang yang main sampai ia lupa makan, minum ataupun tidur, dan hal itu diwujudkan oleh seorang Pria Korea Selatan pada tahun 2005 bermain Starcraft selama 50 jam tanpa henti.

Ada saksi yang mengatakan bahwa ia hanya berhenti untuk ke WC dan hanya tidur sebentar. Penelitian menunjukkan bahwa ia meninggal karena terlalu cape.

14., Karena Demo
Berikut tips jika Anda bekerja di gedung tinggi: jangan mengetes kekuatan kaca, bahkan walaupun mereka terlihat tidak dapat dipecahkan. Pada tahun 1993, Gary Hoy, seorang pengacara Kanada memutuskan untuk membuktikan ke seluruh orang di kantor bahwa kaca di gedung mereka kuat.

Di lantai 24, Hoy berhasil membuktikannya karena pada saat ia menabrakkan dirinya ke kaca, ia terlempar balik. Tapi anehnya, ia ingin mencobanya lagi, hingga kaca yang kuat itu terlepas dari kerangkanya dan ia jatuh. Memang kaca itu kuat, tapi kerangkanya tidak.

15. Ditimpa Kura-kura di Kepala
Aeschylus adalah Dramawan Yunani Kuno yang pekerjaannya masih dapat dilihat sekarang ini. Sayangnya, kematiannya tidak sebagus pekerjaannya, malah sangat menyedihkan.

Legenda mengatakan, pada saat ia mengunjungi Gela pada Pulau Sisilia, seekor elang salah melihat kepala Aeschylus sebagai batu, menjatuhkan kura-kura pada kepalanya untuk menghancurkan cangkang kura-kura tersebut.

16. Makan Sampai Mati
Adolph's Frederick, Raja Swedia yang terkenal sebagai "Raja yang meninggal karena makan sampai meninggal".

Pada tahun 1771, sesudah ikut serta dalam pesta yang berisikan lobster, caviar, bir dan makanan mewah lainnya. Sesudah ia selesai makan, ia pindah ke makanan penutup favoritnya, yakni pudding. Makan satu atau dua mungkin sudah cukup, tetapi 14? Padahal sudah makan makanan mewah lainnya, dan hal itulah yang membawanya ke kematian.

17. Bercinta sampai Mati
Menikah dengan satu orang mungkin sudah cukup, tetapi tidak sama halnya dengan seorang Pria Nigeria yang dipaksa untuk bercinta dengan 6 istrinya sampai ia mati. Orang itu bernama Uroko Onoja yang awalnya ingin bercinta dengan istri paling mudanya hiungga ia dipaksa oleh kelima istrinya untuk memuaskan mereka.

Mereka meminta Si Suami bercinta dengan mereka semua, satu-satu dimulai dengan yang termuda. Onoja berhasil memuaskan keempat istrinya, hingga sampai yang kelima ia berhenti bernafas pada saat ia berjalan ke ranjang.

18. Minum Jus Sehat
Banyak orang terobsesi dengan makanan sehat dan berolahraga untuk kehidupan yang sehat. Tetapi pada beberapa kasus, dedikasi seperti itu dapat membahayakan.

Pada tahun 1974, Pria Inggris Basil Brown, terkena overdosis jus wortel. Setiap harinya, pria ii selalu meminum jus ini 1 galon setiap harinya, dengan kulit jeruk di kulitnya. Tetapi tentu, meminum satu galon jus ini selain air setiap hari tentu tidak baik untuk liver (hati) Anda. Hingga akhirnya setelah beberapa tahun, ini 'membuahkan hasil', yakni kematian.

19. Syal Panjang
Isadora Duncan terkenal sebagai Ibu dari Dansa Modern. Lahir di San Fransisco, California. Gaya menari bebasnya tidak terkenal di negara asalnya, tetapi ia menemukan kesuksesan setelah pindah ke Paris.

Sayangnya, pada saat ia naik mobil dengan syal panjang, syalnya tersangkut di mobil dan dengan kekuatan yang mengerikan, menarik Duncan hingga lehernya patah dan terseret di jalanan selama beberapa meter hingga si pengendara menghentikan mobilnya.

20. Membuktikan Kasus
Untuk kasus bunuh diri, mungkin menembahkkan pistol ke diri sendiri sudah biasa. Tapi bagaimana jika itu untuk membuktikan orang lain? Clement Vallandigham melakukan hal tersebut. Sesudah perang pada tahun 1871, ia mencoba mlindungi orang lain yang dituduh menembak orang lain dalam perkelahian bar.

Vallandigham ingin membuktikanke Juri bahwa ada kemungkinan si korban meninggal karena secara tidak sengaja menembak dirinya sendiri. Untuk membuktikan hal tersebut, ia meletakkan pistol di kantongnya dan menciptakan kembali kejadian tersebut. Sayangnya, ia menciptakannnya terlalu baik, hingga pistol tersebut juga menembak dirinya. Baiknya, kliennya dibebaskan

Sumber
unikgaul.com
tahupedia.com

0 komentar: