Selasa, 02 Oktober 2012

Israel diancam Ahmedinejad


Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, Senin (24/9/2012), kembali membuat pernyataan keras terkait keberadaan Israel.

Dari sebuah hotel di Manhattan, melalui seorang penerjemah, Ahmadinejad menyatakan, Israel tidak memiliki akar di Timur Tengah dan akan segera dihancurkan.

"Iran sudah ada di Timur Tengah sejak tujuh atau 10.000 tahun. Israel menjajah wilayah ini selama 60 atau 70 tahun dengan dukungan Barat. Israel tak memiliki akar sejarah," ujar Ahmadinejad mengacu pada pembentukan negara Israel pada 1948.

"Kami bahkan tidak menganggap Israel dalam sisi mana pun memiliki kesamaan dengan Iran. Dalam proses sejarah, Israel mewakili kelompok kecil yang masuk ke dalam sebuah gambar besar dan mereka akan dihancurkan," tutur dia.
Dalam bagian lain pernyataannya, Ahmadinejad menegaskan, dia tidak menganggap serius ancaman Israel yang akan menyerang fasilitas nuklirnya. 

Selain itu Ahmadinejad juga membantah telah mengirim persenjataan ke Suriah dan kembali menegaskan ancaman Iran terhadap nyawa penulis Inggris Salman Rushdie.

"Pada dasarnya kami tak menganggap serius ancaman Zionis. Kami memiliki pertahanan yang cukup baik dan kami siap mempertahankan diri kami," ujar Ahmadinejad.

Pernyataan Ahmadinejad ini langsung mengundang reaksi Amerika Serikat yang menilai ucapannya itu sebagai sesuatu yang menjijikkan, bersifat ofensif dan berlebihan.

"Pernyataan Presiden Ahmadinejad secara karakteristik sangat menjijikkan, bersifat menyerang dan berlebihan," kata juru bicara Gedung Putih Tommy Vietor.

Bukan kali ini saja Ahmadinejad membuat pernyataan keras soal Israel. Pada 2005, Ahmadinejad menyebut Israel sebagai "tumor" dan menyerukan agar Israel dihapus dari peta dunia.

Pada Rabu (26/9/2012), Presiden Ahmadinejad dijadwalkan memberi pidato di sidang tahunan PBB. Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon telah memperingatkan Ahmadinejad untuk tidak mengeluarkan retorika-retorika keras soal Timur Tengah dalam pidatonya.

Sumber: kompas.com

0 komentar: