Kamis, 05 Juli 2012

Surga Bawah Laut Di Kalimantan Timur


Kep Derawan berada di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Kepulauan ini memiliki beragam obyek wisata bahari, salah satunya pesona terumbu karang yang menarik para pencinta diving dari seluruh dunia.


Kepulauan Derawan terdiri dari empat pulau, yaitu Pulau Maratua, Derawan, Sangalaki, dan Kakaban. Selain terumbu karang, ekosistem yang ada di kepulauan ini antara lain hutan bakau. Fauna yang hidup di sini, antara lain penyu hijau, penyu sisik, paus, lumba-lumba, kima, ketam kelapa, duyung, ikan barakuda, dan beberapa spesies lainnya.


"Terumbu karang di perairan sekitar kepulauan Derawan memang indah ya, namun bagi saya yang tidak bisa diving maka alternatifnya adalah berenang di Danau Kakaban," tutur Rahma (22), wisatawan yang pernah berkunjung ke Kepulauan Derawan kepada okezone. "Di dalam Danau Kakaban tersebut terdapat ratusan ubur-ubur yang tidak menyengat sehingga sangat unik dan aman untuk dilihat," lanjutnya.




Danau Kakaban terletak di Pulau Kakaban, salah satu gugusan Kepulauan Derawan dinominasikan sebagai sebuah Kawasan Warisan Dunia. Bagi Anda penyuka wisata bahari, kawasan seluas 774,2 hektare ini memiliki populasi dan keragaman ubur-ubur terbanyak di dunia, yaitu empat spesies unik ubur-ubur yang tidak menyengat.


"Dari Pulau Derawan ke Kakaban hanya membutuhkan waktu 45 menit dengan menggunakan speedboat," ujarnya.


Namun, biaya speed boat ini cukup mahal, bisa tiga kali lipat dibandingkan kapal nelayan yang hanya memerlukan ongkos Rp300 ribu untuk jarak yang sama. Pulau Kakaban dikelilingi tebing tinggi, sebelah barat luar tebing terhampar dataran rendah selebar 50 meter yang terdiri dari batu karang.


Dari dataran karang itu, Anda bisa merapat, tentunya dengan baju renang dan peralatan snorkeling. Beberapa bagian dataran masih tertutup air laut sekira 30 cm. Pada genangan air terlihat segerombolan ikan kecil seukuran teri berwarna hijau cerah mengelilingi karang.


Di kaki tebing terdapat tangga kayu yang menanjak kemudian menurun berjarak 120 meter, menuntun Anda ke tepi danau di balik bukit. Tangga ini terbuat dari kayu meranti dan di kiri kanan tangga tampak rerimbunan pohon bakau diselingi pohon tropis lain yang menjulang tinggi membentuk hutan mangrove, seperti tanjang (Bruguiera), apiapi (Avicennia), dan pidada (Sonneratia).


Sebagai pulau atol yang memiliki laguna berair payau di dalamnya, Kakaban tergolong langka. Sebab, di dunia ini diketahui hanya ada dua yang memiliki kondisi serupa, yaitu Kakaban dan Pulau Palau, di Mikronesia, berjarak 1.000 kilometer dari Filipina.


Pulau Kakaban berbentuk angka "9"; di sebelah utara terdapat atol atau batu karang berbentuk cincin dan di dalamnya terbentuk laguna yang dinamai penduduk setempat Danau Kakaban.


"Selain diving dan snorkeling, hanya berada di Kepulauan Derawan ini saja sudah cukup menyenangkan karena pemandangannya yang fantastis," kata Rahma. "Bagi pencinta fauna dapat melihat konservasi penyu hijau yang langka atau melihat lumba-lumba liar sesekali bila beruntun," lanjutnya.


"Di Derawan harus pintar-pintar memilih penginapan, karena harganya beragam, ada yang sangat mahal dan juga murah. Lebih baik homestay di rumah penduduk dengan harga Rp300 ribu per malam," saran Rahma.


Perjalanan menuju Derawan memang cukup jauh dan mahal, dari Jakarta harus terbang dahulu ke Balikpapan dengan pesawat, kemudian dilanjutkan penerbangan ke Tanjung Redep. Dari sini, dilanjutkan perjalanan darat menuju Tanjung Batu, untuk menyeberang ke Pulau Derawan dengan menggunakan speed boat. Meskipun jauh, perjalanan yang melelahkan tersebut akan terbayar saat melihat kecantikan bahari di Kepulauan Derawan.


Sumber: travel.okezone.com

0 komentar: