Kamis, 10 Mei 2012

Penghinaan Wilders Terhadap Islam


Politikus Belanda, Geert Wilders mengatakan Islam tidak hanya menjadi masalah di Eropa, tetapi juga di Amerika Serikat. Karena itu, tokoh anti-Islam Belanda ini mengingatkan masyarakat AS akan bahaya tersebut.


"Pesan saya kepada masyarakat AS melalui buku saya 'Tanda untuk Kematian', jangan membuat kesalahan yang telah Eropa buat terkait Islam," kata dia seperti dikutip CBN.com, Kamis (10/5).


Wilders menjelaskan, masalah itulah yang membuat dirinya dengan serius menangani Islam dan Muslim. Menurutnya, Islam dan muslim itu merupakan penyakit yang disebut budaya relativitas.


"Saya percaya masalah terbesar yang di Eropa adalah budaya relativitas itu. Saya ingin melawan penyakit tersebut sepanjang hidup saya dengan meluruskannya secara politis, sebab baik politikus kiri dan kanan yang menciptakan komunitas multikultural, sepakat semua budaya itu sama," kata dia.


Wilders mengaku bangga dengan kebudayaan barat yang terbentuk oleh Kristen, Yahudi dan kemanusiaan. Tidak hanya lebih baik, tapi memang sangat baik, dan ia harus menjaga itu demi generasi penerus, klaim dia. "Saya melihat Islam sebagai budaya barbar," kata Wilders.


Untuk itu, kata Wilders, dirinya menghendaki imigran Muslim untuk segera meninggalkan Belanda atau berasimilasi dengan budaya Belanda atau Barat. "Saya sanksi mayoritas Muslim bukan teroris. Saya juga tidak percaya akan ada kalangan moderat Muslim," tuding dia.


Wilders baru percaya ada kalangan moderat, bila seorang Muslim tidak mencontoh Nabi Muhammad SAW dan tidak melaksanakan syariat Islam. "Itu baru moderat, dan saya akan menghormatinya," pungkas dia.


Sumber: republika.co.id

0 komentar: