Selasa, 01 Mei 2012

Kerjasama Uni Eropa dan Indonesia


Uni Eropa (UE) akan merealisasikan pemotongan bantuan untuk Indonesia pada 2014. Menurut Perwakilan UE untuk ASEAN dan Duta Besar UE untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Julian Wilson, di Jakarta, pemotongan bantuan itu meliputi bidang pendidikan, tata kelola pemerintahan, perubahan iklim, serta investasi dan perdagangan.


"Kami percaya, pemerintah Indonesia memiliki kebijakan baik di bidang pendidikan. Lantaran alokasi 20 persen anggaran negara sudah terwujud di dunia pendidikan, peringkat Indonesia menanjak ke menengah. Makanya, UE secara bertahap memotong bantuan untuk bidang pendidikan," kata Wilson.


Lebih lanjut, Wilson menambahkan, bantuan untuk bidang pendidikan di Indonesia tersebut akan dialihkan untuk negara-negara miskin di Afrika. "Program pengalihan itu sesuai dengan Millenium Development Goals (MDGS)," katanya sembari menambahkan dirinya belum tahu besaran pemotongan bantuan tersebut.


Wilson melanjutkan, UE masih terus akan memberikan bantuan untuk tiga sektor di Indonesia. Menurutnya, untuk empat sektor di atas, UE sudah menggelontorkan dana 500 juta euro pada periode 2007-2008. Bantuan terbesar dari jumlah itu, 350 juta euro, memang untuk pendidikan.


"Indonesia adalah contoh sukses investasi dan perdagangan. Volume perdagangan antara UE dan Indonesia selalu menanjak. Tahun ini, total perdagangan tersebut naik 23 persen," imbuh Wilson memuji sebagaimana warta Antara, Selasa (1/5/2012).


Sumber: internasional.kompas.com

0 komentar: