Kamis, 03 Mei 2012

Iran Mengecam Pembakaran Quran di AS


Menteri luar negeri Iran mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dilansir kantor berita IRNA bahwa "Iran mengutuk keras aksi konyol, menghina dan penuh provokasi yang dilakukan oleh seorang pendeta Amerika dalam penodaan Quran."


Hujatan itu adalah reaksi dari sebuah upacara yang berlangsung Sabtu (28/4) lalu ketika pendeta Florida Terry Jones membakar kitab suci umat Islam tersebut dan simbol Nabi Muhammad untuk memprotes pemerintah Iran karena memenjarakan seorang pendeta Kristen, Yousef Nadarkhani.


Aksi itu disiarkan secara online dalam video Youtube yang diakhiri dengan Jones dan sejumlah pengikutnya mengucapkan sumpah setia pada Amerika.


Aksi serupa


Jones, yang melanggar permintaan Departemen Pertahanan untuk menghentikan aksinya karena dapat mengancam keselamatan pasukan AS di luar negeri.
Terry sebelumnya pernah melakukan aksi serupa pada Maret 2011 dan aksi itu menyulut kekerasan di Afghanistan Utara yang menewaskan 12 orang.
Kementerian luar negeri Iran mengatakan pembakaran Quran itu adalah akibat dari "Islamophobia" di dunia Barat.
Iran menanti "respon cepat, serius dan jujur dari pemerintah AS agar tindakan ini tidak terulang lagi karena dapat memicu kebencian antar agama dan memicu kemarahan umat muslim di dunia."
Nadarkhani, seorang pendeta Kristen Evangelis di Iran, ditangkap pada 2009 dan dituntut hukuman mati karena memeluk agama Kristen pada usia 19.
Mahkamah Agung Iran membatalkan hukuman mati itu pada 2011 dan pengadilan ulang dilakukan pada September 2011 tetapi vonisnya tidak diumumkan kepada publik.


Sumber: bbc.co.uk

0 komentar: