Selasa, 01 Mei 2012

Diskriminisasi Muslim Amerika cukup Reda


Sentimen anti-Muslim di Amerika sudah meredup. Menurut jajak pendapat yang dikeluarkan Gallup pada musim panas 2011, warga Muslim di Amerika akan tetap mendapatkan diskriminasi. Namun, mereka jauh lebih percaya diri menyambut masa depan dibandingkan grup etnik lain di Amerika.


 Perkembangan terakhir justru menunjukkan sikap terhadap warga Muslim di Amerika mulai melunak. Kandidat presiden dari Kubu Republik yang anti Islam justru gagal. Mitt Romnye yang terpilih sebagai kandidat presiden dikenal memiliki pandangan moderat terhadap Muslim Amerika.


Sebuah acara televisi yang disiarkan saluran TLC berjudul 'All-American Muslim' dibatalkan, bukan karena kontroversi kecil yang muncul tapi lebih karena kontroversi itu pun gagal menarik pemirsa. Penonton TV bosan mendengar pesan bahwa warga Muslim Amerika sehari-hari sama saja dengan warga muslim lainnya.


Proyek pembangunan pusat Muslim di New York yang sempat diprotes oleh politisi Belanda penghujat Islam, Geert Wilders, pada 2010 tetap dilanjutkan, walau dalam bentuk yang lebih sederhana. Protesnya sendiri sudah meredup.


Opini warga Amerika terhadap Islam terus berubah. Namun demikian tetap ada kelompok kecil penulis dan blogger yang terus saja mengingatkan bahaya Islam terhadap Amerika Serikat.


Sumber: republika.co.id

0 komentar: