Kamis, 26 April 2012

Korea Utara bisa Menghancurkan AS


PYONGYANG, RABU — Korea Utara kembali melontarkan ancaman terhadap para musuhnya, terutama Amerika Serikat. Ancaman dilontarkan pejabat militer senior, Ri Yong Ho, yang sekaligus membanggakan kemampuan persenjataan modern negeri itu, yang disebutnya mampu ”menghajar” wilayah Amerika hanya dalam sekali serangan.


Pernyataan itu disampaikan Ho saat negeri itu memperingati hari jadi ke-80 angkatan bersenjata Korut, Rabu (25/4). Acara peringatan digelar di Rumah Budaya, yang juga dihadiri pemimpin baru negeri itu, Kim Jong Un.


”Tentara Rakyat Korea dipersenjatai persenjataan modern yang sangat kuat, yang bahkan dapat mengalahkan para imperialis (AS) cukup dalam sekali gebrak saja,” ujar Ho tanpa merinci lebih lanjut senjata modern terbaru yang dimaksudnya.


Namun, sejumlah negara, termasuk AS, memang diyakini patut takut mengingat kemampuan rudal balistik antarbenua Korut dipercaya mampu menjangkau radius 6.000 kilometer, seperti dimiliki rudal Taepodong-2.


Senin lalu, Korut juga melontarkan ancaman yang tak kalah mengerikan terhadap tetangga seteru bebuyutannya, Korea Selatan.
Kepada Korsel, Pemerintah Korut menggertak akan mengambil ”langkah-langkah khusus” untuk menghancurkan pemerintahan Seoul menjadi debu.


Selama ini, Korut memang diyakini menguasai persenjataan nuklir. Namun, mereka dipercaya masih belum punya kemampuan untuk melengkapi peluru-peluru kendali jarak jauh mereka itu dengan muatan hulu ledak nuklir.


Awal bulan ini, Korut gagal mengujicobakan peluncuran roket jarak jauhnya, yang diklaim untuk keperluan damai, membawa satelit komunikasi Korut ke orbit bumi.


Hingga menit terakhir, rencana peluncuran itu dikecam oleh dunia internasional, terutama AS, Korsel, dan Jepang.

Baik Korsel maupun Jepang bahkan telah menyiapkan sistem persenjataan antirudalnya untuk berjaga-jaga.


Percobaan peluncuran roket jarak jauh Korut ternyata gagal ketika tak lama diluncurkan roket tiga tingkat Unha-3 itu jatuh dan pecah berkeping-keping di atas Laut Kuning.


Dalam pertemuan memperingati hari jadi angkatan bersenjata Korut itu, Ho lebih lanjut menekankan pentingnya penguatan militer demi melindungi Korut dari ancaman luar, terutama AS dan Korsel.


Ho juga memuji Jong Un sebagai seorang ”ahli strategi militer” ulung, yang bahkan telah sejak lama memberi tuntunan dan arahan kepada militer negeri itu selama bertahun-tahun.


Sejak lama Pemerintah AS sangat mengkhawatirkan kemampuan Korut membangun rudal balistik antarbenua dan bom nuklir ukuran kecil yang cukup untuk dijadikan muatan dalam rudal tadi.


Akan tetapi, banyak pakar percaya bahwa kemampuan dan penguasaan teknologi rudal nuklir seperti itu masih jauh dan belum dikuasai Korut.


Meski begitu, Korut diyakini juga memiliki cadangan plutonium yang cukup untuk diolah menjadi sedikitnya empat atau lima bom sederhana.


Perkiraan itu disampaikan ilmuwan Siegfried Hecker dari Pusat Kerja Sama dan Keamanan Internasional.
Uji coba peluncuran roket jarak jauh yang digelar Korut awal bulan ini adalah kelanjutan sejumlah uji coba serupa dalam beberapa tahun, seperti tahun 1998, 2006, dan 2009.


Peluncuran roket jarak jauh itu sebelumnya dilakukan sebagai rangkaian acara peringatan seabad hari lahir pendiri negeri itu, Kim Il Sung. Peluncuran dilakukan di fasilitas peluncuran roket di Tongchang-dong, pantai barat laut Korut.


Pasca-kegagalan peluncuran roket kemarin, kekhawatiran kembali muncul ketika Korut diyakini akan kembali menggelar uji coba nuklir bawah tanahnya yang ketiga. Seperti diwartakan, persiapan untuk itu bahkan disebut telah memasuki tahap akhir.


Menteri Pertahanan AS Leon Panetta di Brasil memperingatkan Korut untuk tidak melanjutkan provokasinya seperti kerap dilakukan selama ini. Hal itu untuk menjaga stabilitas kawasan. Namun, Panetta mengaku tidak tahu pasti soal rencana uji coba nuklir itu. (AP/BBC/DWA)


Sumber: http://internasional.kompas.com

0 komentar: