Sabtu, 28 April 2012

Bentrok Kuala Lumpur


KUALA LUMPUR - Aparat polisi antihuru hara menembakan gas air mata, serta mengerahkan water cannon untuk membubarkan pengunjuk rasa di Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (28/4/2012).
Sekitar 25 ribu orang berunjuk rasa menuntut perubahan kebijakan pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) di Malaysia. Unjuk rasa yang semula berlangsung damai, berubah rusuh ketika sejumlah orang mencoba menerobos barikade polisi.
Aparat lantas menembakkan gas air mata ke arah kerumunan massa. Saksi mata menyebutkan, polisi menahan sejumlah orang dalam aksi demonstrasi tersebut.

Juru bicara polisi federal Rasdi Ramli memperkirakan, pengunjuk rasa berjumlah 25 ribu orang. Namun, seperti diwartakan BBC, saksi mata dan beberapa pemberitaan menyebutkan jumlah demonstran lebih banyak ketimbang perkiraan polisi.
Situs independen Malaysiakini menyebutkan, sekitar 100 ribu orang mengikuti unjuk rasa tersebut, sementara koran The Sun melaporkan 80 ribu pemrotes tumpah ruah di jalanan.
Demonstrasi ini mencerminkan kekhawatiran adanya kecurangan dalam pemilu yang digelar pada Juni mendatang. Kecurangan diduga bakal dilakukan oleh koalisi Perdana Menteri Najb Razak, yang telah berkuasa selama lebih dari 50 tahun.
Aktivis menuduh Komisi Pemilu berpihak dan mengklaim daftar pemilih telah dicurangi. Pengunjuk rasa menggunakan kaus kuning mengarah ke Lapangan Merdeka.
"Saya di sini karena saya warga Malaysia, dan saya mencintai negara saya. Tidak ada pemilu yang sempurna, tapi saya ingin yang ini cukup jujur," kata seorang manajer teknologi informasi, Burrd Lim, yang ikut berdemonstrasi.
Otoritas Malaysia mengatakan, oposisi yang mendukung unjuk rasa ini tidak memiliki hak untuk menggunakan Lapangan Merdeka, sebuah lokasi biasa digunakan untuk parade dan perayaan resmi.
Ribuan orang Malaysia yang tinggal di luar negeri dan aktivis HAM di sejumlah kota besar Asia, Australia, Eropa, serta AS diperkirakan juga bakal menggelar demonstrasi hari ini, sebagai bentuk solidaritas terhadap unjuk rasa di Kuala Lumpur. (*)


Sumber: tribunnews.com

0 komentar: