Minggu, 18 Maret 2012

Beberapa Kasus yang di ungkap WikiLeaks

Berikut beberapa kasus yang diungkap WikiLeaks sebelum pengungkapan 250 ribu dokumen kawat diplomatik rahasia Kementrian Luar Negeri Amerika Serikat:


1. Serangan Helikopter Apache di Irak

    Pada April 2010, WikiLeaks mulai menarik perhatian publik AS ketika situs itu mempublikasikan rekaman video tentang Angkatan Udara AS terhadap warga sipil di Baghdad dari atas helikopter Apache. Rekaman itu menghebohkan publik AS dan membuat berang militer AS, karena dalam rekaman video tersebut terdengar tentara-tentara yang menembaki warga sipil tertawa-tawa di atas helikopternya. Situs itu mempublikasikan video yang menunjukkan helikopter Apache milik AS menembak mati 12 orang termasuk dua jurnalis Reuters dalam sebuah serangan di Baghdad tahun 2007. 

2. Prosedur Oprasi Guantanamo Bay

    Prosedur Standar Operasi untuk Camp Delta, panduan para tentara untuk menangani tahanan di Camp Delta, dirilis WikiLeaks pada 2007. Fotocopy SOP (Standadrd Operasional Procedure) Camp Delta dokumen yang memerinci larangan-larangan yang wajib di terapkan kepada para tawanan di Teluk Guantanamo. Kelompok pejuang HAM menkritik panduan resmi tersebut. Panduan itu menyebutkan tahanan tidak bisa mendapat akses ke Palang Merah sampai lebih 4 minggu. Salah satu aturan dalam prosedur yang di kritik juga adalah hadiah khusus bagi tahanan. Dalam peraturan tersebut, tahanan yang berlaku baik dan bisa bekerja sama bisa mendapat hadiah khusus: satu bungkus kertas toilet.

Banyak desas-desus beredar tentang kekejian yang terjadi di Guantanamo. Kini seolah menyangkal desas-desus tersebut, sebuah pedoman tentang operasi militer AS di penjara Guantanamo dipublikasikan di Internet. Pedoman tersebut menampilkan gambaran garis besar peraturan di Penjara Guantanamo. Ada sebanyak 238 halaman pedoman "Standar prosedur operasi untuk Camp Delta", tertanggal 27 Maret 2003 dan ditandatangani oleh Mayor Jendral Militer Geoffrey Miller, yang kemudian menjadi Komandan Penjara Guantanamo.

3. Daftar Hitam Internet di Australia
    .... ketika Pemerintah Australia merancang "dinding api besar Australia" agar pengguna internet di negeri mereka tidak bisa melihat situs yang dianggap tidak cocok menurut pemerintah. WikiLeaks mendapatkan daftar tersebut. WikiLeaks pun mempublikasikannya meski ada peringatan dari Profesor Bjorn Landfelds dari University Sydney yang terlibat membuat daftar tersebut. Landfelds mewanti-wanti daftar tersebut "berisi ensiklopedia ringkas dari materi yang berpotensi sangat berbahaya" dan mimpi buruk,terburuk yang mengkhawatirkan para orang tua. Ternyata, item dalam daftar tersebut tidak mengandung pornografi anak atau semacamnya. Beberapa yang termasuk daftar tersebut adalah video-video YouTube, Wikipedia, situs agama pinggiran, bahkan situs Travel Agent.

Sensor internet di Australia saat ini terdiri dari sebuah rezim perturan di mana Australia Comunication and Media Authority (ACMA) memiliki kekuasaan untuk meberlakukan pembatasan konten Internet Hosting di Australia dan mempertahankan sebuah "daftar hitam" situs web luar negeri yang kemudian diberikan untuk digunakan dalam penyaringan software. Di mana ada sejumlah kekeliruan "daftar blacklist" ACMA yang dibuka oleh WikiLeaks menunjukkan ACMA tidak saja menjadi lembaga sensor tetapi lebih jauh memberangus URL, yang tidak ada hubungannya dengan pornografi atau kekerasan. Bagi website yang masuk blacklist ACMA atau yang me-link ke situs tersebut akan terkena denda 11.000 dollar.

4. Masalah Timor-Timur
  • Pemerintahan Bill Clinton menekan RI agar menerima kehadiran pasukan perdamaian internasional di Timor Timur usai jajak pendapat 1999.
  • Menghentikan kerja sama militer AS dan Indonesia dan Indonesia mengancam sanksi lebih keras bila tak mau bekerja sama, mengendalikan milisi, dan memulangkan 200 ribu pengungsi Timor Timur.
  • Mendukung keputusan IMF dan Bank Dunia menghentikan bantuan mereka untuk Indonesia.
  • Bantuan yang dihapus untuk tahun 2000 antara lain bantuan ekonomi 75 juta dollar AS, Economic Support Funds 5 juta dollar AS dan IMET 400 ribu dollar.
5. Pemilu 2004
    20 Mei 2005
  • SBY disebut The Thinking General.
  • Bila Wiranto jadi Presiden, hubungan RI dan AS akan sangat rumit karena Kongres AS menaruh perhatian besar pada isu pelanggaran HAM di Timor Timur.
  • Suksesnya Pemilu 2004 meneguhkan dominasi partai sekuler, yaitu Golkar, PDIP, dan Partai Demokrat.


0 komentar: